0
Pengertian Validitas dan Jenis-jenis Validitas
Posted by camelia
on
23.55
in
MATEMATIKA
Pengertian Validitas
1. Validitas Isi (Content Validity)
Validitas sering diartikan dengan kesahihan.
Suatu alat ukur disebut memiliki validitas bilamana alat ukur tersebut
isinya lanyak mengukur obyek yang seharusnya diukur dan sesuai dengan
kriteria tertentu (Thoha, 1990). Artinya ada kesesuaian antara alat ukur
dengan fungsi pengukuran dan sasaran pengukuran.
Menurut Grondlund (Ibrahim
& Wahyuni, 2012) validitas mengarah kepada ketepatan interpretasi
hasil penggunan suatu prosedur evaluasi sesuai dengan tujuan
pengukurannya. Validitas merupakan suatu keadaan apabila suatu
instrument evaluasi dapat mengukur apa yang sebenarnya harus diukur
secara tepat. Suatu alat ukur hasil belajar matematika dikatakan valid
apabila alat ukur tersebut benar-benar mengukur hasil belajar
matematika.Validitas alat ukur tidak semata-mata berkaitan dengan
kedudukan alat ukur sebagai alat, tetapi terutama pada kesesuaian
hasilny, sesuai dengan tujuan penyelanggaraan alat ukur (Surapranata,
2004).
Validitas tes perlu ditentukan untuk mengetahui kualitas tes dalam
kaitannya dengan mengukur hal yang seharusnya diukur. Nunnaly
(Surapranata, 2004) menyatakan bahwa pengertian validitas senantiasa
dikaitkan dengan penelitian empiris dan pembuktian-pembuktiannya
bergantung kepada macam validitas yang digunakannya. Anastasi
(Surapranata, 2004) mengemukakan bahwa validitas adalah suatu tingkatan
yang menyatakan bahwa suatu alat ukur telah sesuai dengan apa yang
diukur. Para pengembang tes memiliki tanggung jawab dalam memuat tes
yang benar-benar valid dan reliabel. Oleh karena itu validitas dapat
digunakan dalam memeriksa secara langsung seberapa jauh suatu alat telah
berfungsi.
Jenis-jenis Validitas 1. Validitas Isi (Content Validity)
Validitas isi (Content
Validity) adalah ketepatan suatu alat ukur ditinjau dari isi alat ukur
tersebut. Suatu alat ukur dikatakan memiliki validitas isi apabila isi
atau materi atau bahan alat ukur tersebut betul-betul merupakan bahan
yang representatif terhadap bahan pembelajaran yang diberikan. Artinya, isi alat ukur diperkirakan sesuai dengan apa yang telah diajarkan berdasarkan kurikulum.
Cara menyelidiki validitas isi
alat ukur Matematika dapat dilakukan dengan menggunakan pendapat suatu
‘panel’ yang terdiri dari ahli-ahli dalam bidang matematika dan
ahli-ahli dalam pengukuran. Bila cara tersebut sulit untuk dilakukan,
maka dapat dikerjakan dengan cara membandingkan materi alat ukur
tersebut dengan bahan-bahan dalam penyusunan alat ukur, dengan analisis
rasional. Apabila materi alat ukur cocok dengan materi penyusunan alat
ukur, berarti alat ukur tersebut memiliki validitas isi.
2. Validitas Konstruk (construct Validity)
Validitas konstruk (Construct Validity) berkaitang dengan konstruksi atau konsep bidang ilmu yang akan diuji validitas alat ukurnya. Validitas konstruk merujuk pada kesesuaian antara hasil alat ukur dengan kemampuan yang ingin diukur. Pembuktian
adanya validitas konstruk alat ukur matematika pada dasarnya merupakan
usaha untuk menunjukan bahwa skor yang dihasilkan suatu alat ukur
matematika benar-benar mencerminkan konstruk yang sama dengan kemampuan
yang dijadikan sasaran pengukurannya.
Suatu alat ukur matematika
dikatakan memiliki validitas konstruk yang tinggi apabila hasil alat
ukur sesuai dengan ciri-ciri tingkah laku yang diukur. Dengan kata lain,
apabila diuraikan akan tampak keselarasan rincian kemampuan dalam butir
alat ukur dengan rincian kemampuan yang akan diukur.
Validitas kontruk dapat
dilakukan dengan mengidentifikasi dan memasangkan butir-butir soal
dengan tujuan-tujuan tertentu yang dimaksudkan untuk mengungkap
tingkatan aspek kognitif tertentu pula. Seperti halnya dalam validitas
isi, untuk menentukan tingkatan validitas konstruk, penyusunan butir
soal dapat dilakukan dengan mendasarkan diri pada kisi-kisi alat ukur.
3. Validitas Ukuran
Validitas ukuran/norma/standar alat ukur matematika menunjuk pada pengertian seberpa
jauh siswa yang sudah diajarkan dalam bidang matematika menunjukan
kemampuan yang lebih tinggi dari dapa yang belum diajarkan. Sebagai
contoh, siswa yang telah diajarkan tentang materi aljabar akan mempunyai
kemampuan penguasaan terhadap materi aljabar yang lebih dari siswa yang
belum diajarkan.
Validitas ukuran dapat diuji
dengan cara dua kelompok siswa diuji dengan alat ukur yang sama.
Kelompok pertama telah diajarkan materi yang dialat ukurkan, sedangkan
kelonpok kedua belum diajarkan materi itu. Perbedaan nilai rata-rata
kedua kelompok itu diuji dengan teknik T-tes untuk mengetahui
signifikansi perbedaan nilai rata-rata tersebut.
4. Validitas Sejalan (Concurrent Validity)
Validitas sejalan atau validitas sama saat menunjuk pada pengertian apakah
tingkat kemampuan seorang pada suatu bidang yang diteskan mencerminkan
atau sesaui dengan skor bidang yang lain yang mempunyai persamaan
karakteristik.
Validitas sejalan diuji dengan
mengorelasikan antara hasil tes yang diuji dengan hasil tes bidang lain
yang sekarakteristik. Sebagai contoh, akan diuji validitas sejalan tes
penguasaan kosakata secara aktif reseptif. Penguasaan kosakata secara
aktif reseptif mempunyai persamaan dengan kemampuan menulis karena
sama-sama bersifat aktif reseptif. Hasil tes penguasaan kosakata terse
but kemudian dikorelasikan dengan nilai tes menulis yang telah diperoleh
sebelumnya. Tinggi rendah koefisien korelasi yang diperoleh dari
perhitungan tersebut akan menentukan tinggi randahnya tingkat validitas
sejalan tes penguasaan kosakata yang diuji.
sumber : http://hamimnurham.wordpress.com/2013/05/02/pengertian-validitas-dan-jenis-jenis-validitas/
Posting Komentar